Regulasi dan Standar Internasional

Setelah sebelumnya membahas tentang regulasi dan standar Akuntansi Sektor Publik di Indonesia. Postingan kali ini, akan membahas tentang ...

HASANUDDIN ACCOUNTING DAYS

7TH HADAYS Hadays (Hasanuddin Accounting Days) merupakan salah satu program kerja dari Ikatan Mahasiswa Akuntansi (IMA) Universitas Hasanuddin yang diadakan setiap tahunnya.Pada kegiatan tersebut terdapat beberapa rangkaian acara

“ ACCOUNTING TECHNOLOGY 2013 ”

“ ACCOUNTING TECHNOLOGY 2013 ” Tema “Little Way, Big program” I. TUJUAN 1. Memberikan pengetahuan mengenai sistem pemprograman akun...

Akuntansi Keuangan dan Standar Akuntansi

Chapter 1 Akuntansi Keuangan dan Standar Akuntansi Laporan Keuangan dan Pelaporan Keuangan Karakteristik penting dari...

Kerangka Konseptual (Conceptual Framework)

CHAPTER 2 Kerangka Konseptual (Conceptual Framework) Kerangka konseptual serupa dengan konstitusi yakni suatu system koheren yang terdi...

Tampilkan postingan dengan label Audit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Audit. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Oktober 2013

AUDIT TERHADAP SIKLUS PENGGAJIAN



AUDIT TERHADAP SIKLUS PENGGAJIAN
Siklus penggajian dan personalia meliputi semua bentuk kompensasi yang diberikan kepada seluruh aktivitas tenaga kerja yang dipekerjakan perusahaan. Rekening-rekening yang terbentuk dalam siklus ini antara lain:
·         Kompensasi pokok (meliputi gaji, upah, insentip, dan macam-macam tunjangan karyawan )
·         Pajak atas gaji/upah karyawan
·         Biaya tenaga kerja langsung (biaya overhead pabrik)
·         Biaya tenaga kerja langsung
·         Utang atas gaji/upah karyawan
·         Gaji dibayar dimuka (uang muka gaji)
Permasalahan Audit Terhadap Siklus Penggajian dan Personalia
Siklus ini menjadi penting dengan beberapa alasan.. Pertama gaji, upah, dan pajak penghasilan pegawai, dan beban pegawai lainnya merupakan komponen utama pada kebanyakan perusahaan, kedua beban tenaga tenaga kerja (labour) merupakan pertimbangan penting dalam penilaian persediaan pada perusahaan menufaktur dan konstuksi, dimana klasifikasi dan alokasi beban upah yang tidak semestinya dapat menyebabkan salah saji laba bersih secara material. Terakhir, penggajian merupakan bidang yang menyebabkan pemborosan sejumlah besar sumber daya perusahaan karena inefisiensi atau pengujian melalui fraud.
Dalam perusahaan yang lebih besar, seringkali kebanyakan akun buku besar untuk memiliki lima puluh atau lebih akun beban gaji. Penggajian juga mempengaruhi akun persediaan barang jadi pada perusahaan manufaktur. Audit atas siklus penggajian dan personalia meliputi perolehan pemahaman atas struktur pengendalian intern, penetapan resiko pengendalian, pengujian atas substantif atas transaksi, prosedur analitis dan pengujian terinci atas saldo.
Jenis-jenis Akun Yang Mempengaruhi Siklus Penggajian dan Personalia
Jenis jenis akun yang mempengaruhi adalah :
·         Beban Gaji dan Upah
·         Pajak penghasilan ditanggung perusahaan dan tunjangan pegawai
·         Kewajiban berupa hutang gaji, hutang pajak penghasilan pegawai
·         Akun sejenis yang berhubungan dengan penggajian
Tujuan Audit Terhadap Siklus Penggajian Dan Personalia
Audit terhadap transaksi penggajian beserta rekening yang terkait dengannya, antara lain:
1.      Eksistensi atau okurensi (occurrence) terbentuknya transaksi.
·         Transaksi penggajian mencerminkan kompensasi semua jasa jasa yang terjadi untuk periode yang diliput oleh periode laporan keuangan. Pencatatan
·         Pencatatan semua biaya-biaya penggajian mencerminkan kewajiban pajak yang berasal dari kompensasi dalam periode yang diaudit.
·         Saldo utang pajak ataupun pajak yang dibayar dimuka mencerminkan jumlah yang menjadi kewajiban pada tanggal neraca.
2.      Kesempurnaan (completeness) pencatatan transaksi.
·         Pencatatan biaya gaji beserta pajaknya mencakup keseluruhan biaya-biaya jasa-jasa karyawan selama tahun yang diaudit.
·         Saldo utang pajak ataupun utang yang dibayar dimuka mencerminkan jumlah yang menjadi kepada pemerintah pada tanggal neraca.
3.       Hak-hak dan kewajiban-kewajiban perusahaan.
·         Saldo utang pajak ataupun pajak yang dibayar dimuka merupakan kewajiban yang sah bagi perusahaan pada tanggal neraca
4.      Penilaian atau alokasi
·         Perhitungan setiap pembayaran terhadap biaya penggajian dan peringkasan catatannya dilakukan dengan cermat
·         Perhitungan terhadap saldo hutang pajak ataupun pajak yang dibayar di muka pada tanggal neraca telah diperhitungkan dengan cermat
·         Biaya penggajian di pabrik telah diklasifikasi dengan cermat menjadi biaya tenaga kerja langsung dan biaya tenaga kerja tak langsung
·         Perhitungan terhadap pajak atas upah telah diperhitungkan berdasarkan tarif pajak yang berlaku
5.      Penyajian dan pengungkapan
·         Gaji dan pajak atas gaji telah diidentifikasi dan diklasifikasi dalam laporan keuangan dengan layak dan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia
·         Rekening utang pajak dan utang gaji telah diklasifikasi sebagai utang lancar dalam laporan keuangan pada saat tanggal neraca
Menjelaskan dan menilai materialitas, resiko dan strategi audit
Kecurangan dalam pembuatan daftar gaji menjadi perhatian auditor. Kecurangan semacam ini timbul dari adanya pegawai fiktif yang dimasukkan dalam daftar gaji, dan kemungkinan kesalahan yang disengaja dalam menyusun klasifikasi daftar gaji. Ini berarti ada karyawan yang dihitung dengan tarif yang lebih tinggi. Disamping adanya kecurangan tersebut, akuntan harus memperhatikan ketelitian perhitungan sejak penhitungan waktu hadir, insentif sampai dengan pembuatan daftar gaji dan pembuatan slip gaji.
Pengendalian Intern
Auditor harus memahami struktur pengendalian intern dalam aktivitas pembayaran gaji. Ketiga unsur pengendalian intern harus dipahami, agar dapat menentukan resiko audit yang akan dihadapinya.
Aspek struktur pengendalian yang harus diperhatikan auditor adalah :
a.       Lingkungan pengendalian
Sangat dipengaruhi sistem perekonomian yang berlaku. Dalam menerapkan sistem penggajian ini dipengaruhi oleh kesepakatan kerja dengan organisasi buruh setempat. Dalam masalah penggajian ini manager personalia menghadapi masalah yang sangat pelik karena pada dasarnya transaksi tenaga kerja terjadi setiap saat bersamaan dengan operasinya perusahaan.
b.      Sistem akuntansi
Mencerminkan proses penanganan transaksi penggajian dalam operasi perusahaan. Auditor harus memahami sistem yang digunakan untuk menangani transaksi jasa-jasa tenaga kerja beserta aspek pengendaliannya
c.       Prosedur pengendalian
Menghendaki pelaksanaan lima aspek kategorisasi sistem pengendalian intern dalam operasi perusahaan. Kelima kategori tersebut adalah otorisasi yang memadai, dokumen dan buku-buku catatan, pemisahan tugas, akses kendalian dan pengecekan oleh pihak yang independent
Fungsi-fungsi yang terkait pada siklus penggajian personalia
Kerjasama diantara berbagai bagian tersebut menunjukkan fungsi tertentu yang antara lain :
a.       Hiring Employees
Fungsi ini berkaitan dengan proses penempatan karyawan pada suatu unit kerja
b.      Authorizing Payroll Changes
Adalah fungsi personalia yang berkaitan dengan penetapan struktur gaji atau upah seseorang beserta perubahannya dalam sistem penggajian perusahaan
c.       Preparing Attendance dan Time Keeping Data
Adalah fungsi personalia yang berkaitan dengan pencatatan kehadiran seseorang dalam kantor atau pabrik dan pencatatan aktifitas seseorang di unit kerja masingmasing
d.      Preparing the Payroll
Adalah fungsi personalia yng berkaitan dengan penyiapan daftar gaji seluruh karyawan
e.       Recording the Payroll
Adalah fungsi akuntansi yang berkaitan dengan pencatatan semua transaksi penggaj ian
f.       Paying the Payroll
Adalah fungsi berkaitan dengan pembayaran gaji kepada setiap individu karyawan
g.      Filling Payroll Tax Return
Adalah fungsi ini berkaitan dengan penanganan pembayaran pajak untuk setiap individu karyawan
Prosedur analitis untuk penggajian dan personalia
Prosedur analitis
Bandingkan saldo akun beban gaji dengan tahun lalu (disesuaikan untuk peningkatan Tingkat upah dan peningkatan volume
Bandingkan tenaga kerja langsung sebagai langsung
Bandingkan beban komisi sebagai persentase dari penjualan dengan tahun lalu
Bandingkan beban pajak ditanggung perusahaan sebagai persentase dari gaji dan upah dengan tahun lalu (disesuaikan untuk perubahan dalam tarip pajak)
Bandingkan akun hutang pajak penghasilan pegawai dengan tahun lalu
Kekeliruan yang mungkin
Salah saji dari akun beban gaji
Salah saji dari tenaga kerja
Salah saji dalam beban komisi
Salah saji dalam beban pajak ditanggung perusahaan
Salah saji dalam hutang pajak penghasilan pegawai


Sabtu, 12 Oktober 2013

AUDIT SIKLUS PRODUKSI

AUDIT SIKLUS PRODUKSI
Merencanakan Audit Atas Siklus Produksi
Siklus produksi berhubungan dengan konversi bahan baku menjadi bahan jadi. Siklus ini meliputi perencanaan serta pengendalian produksi dari jenis-jenis dan kuantitas barang yang akan diproduksi, tingkat persediaan yang akan dipertahankan , serta transaksi dan peristiwa yang berkaitan dengan proses pabrikasi.
Siklus produksi saling berkaitan dengan tiga siklus lain yaitu :
1.            Siklus pengeluaran dalam pembelian bahan baku dan pembayaran berbagai biaya overhead
2.            Siklus jasa personalia dalam pembayaran biaya tenaga kerja pabrik
3.            Siklus pendapatan dalam penjualan barang jadi 
Menggunakan Pemahaman Tentang Bisnis Dan Industri Untuk Mengembangkan Strategi Audit
            Pemahaman tentang bisnis dan industri klien akan membantu auditor dalam merancang program audit yang efektif dan efisien. Bagi banyak perusahaan persediaan pabrikasi merupakan proses inti, dan kemampuan entitas itu untuk menghasilkan laba serta arus kas akan tergantung pada seberapa baik proses pabrikasi ini dikelola. Bagi banya perusahaan distribusi dan eceran , manajemen persediaan merupakan hal yang penting untuk mencapai keberhasilan.
            Pada saat mengaudit sebuah perusahaan pabrikasi , auditor biasanya ingin memahami intensivitas modal dari proses pabrikasi, di samping bauran bahan baku dan tenaga kerja yang diperlukan dalam proses pabrikasi itu.Pemahaman ini merupakan hal yang penting dalam mengevaluasi kelayakan hasil-hasil keuangan yang dilaporkan , terutama pada saat mengevaluasi tujuan audit seperti keberadaan persediaan, penilaian persediaan baik pada biaya historis maupun nilai realisasi bersih, apakah klien memegang hak kepemilikan atas persediaan, serta masalah penyajian dan pengungkapan. 
Materialitas, Risiko Inheren, Dan Prosedur Analitis
Materialitas
            Alokasi materialitas ke akun-akun yang dipengaruhi oleh transaksi dalam siklus ini akan bervariasi menurut pertimbangan. Petimbangan utama dalam mengevaluasi alokasi materialitas adalah penentuan besarnya salah saji yang akan mempengaruhi keputusan pemakai laporan keuangan yang berakal sehat. Pertimbangan sekunder adalah hubungannya dengan biaya untuk mendeteksi kesalahan.
Risiko Inheren
Risiko inheren dari terjadinya salah saji dalam laporan keuangan yang disebabkan oleh transaksi persediaan pada jaringan hotel atau distrik sekolah relatif rendah , karena persediaan bukan merupakan bagian yang material dari proses inti entitas itu.
Prosedur Analitis
Prosedur analitis adalah prosedur yang murah dari segi biaya dan dapat membuat auditor waspada terhadap potensi terjadinya salah saji. Seperti disebutkan, jika laporan keuangan yang disajikan untuk audit memperlihatkan kecenderungan naiknya marjin laba yang disertai dengan naiknya jumlah hari perputaran persediaan, maka persediaan mungkin telah ditetapkan terlalu tinggi.
Pertimbangan Komponen Pengendalian Internal
Seperti dalam kasus siklus pendapatan dan pengeluaran, aspek-aspek dari kelima komponen sistem pengendalian internal suatu entitas dapat diterapkan pada transaksi pabrikasi dalam siklus produksi. Sebagai bagian dari penilaian risiko, manajemen harus memperhatikan risiko yang dibahas dalam bagian terdahulu mengenai risiko inheren dan merancang pengendalian yang sesuai. Sistem akuntansi untuk persediaan mencakup penggunaan akun pengendali dan catatan seperti file produk atau file induk.
Aktivitas Pengendalian – Transaksi Pabrikasi
Komponen aktivitas pengendalian dalam pengendalian internal terdiri atas empat kategori aktivitas :
1.            Pemisahan tugas , pengendalian umum, dan pengendalian aplikasi
2.            Pengendalian pemrosesan informasi yang mencakup otorisasi yang tepat
3.            Pengendalian fisik
4.            Penelaah kinerja dan akuntabilitas.
Fungsi-Fungsi Dan Pengendalian Terkait
Pelaksanaan dan pencatatan transaksi pabrikasi serta pengamanan persediaan melibatkan fungsi-fungsi pabrikasi berikut ini :
1.      Memulai produksi :
·         Merencanakan dan mengendalikan produksi
·         Mengeluarkan bahan baku
2.      Memindahkan barang :
·         Memroses barang dalam produksi
·         Memindahkan pekerjaan yang sudah selesai ke barang jadi
·         Melindungi persediaan
3.      Mencatat transaksi pabrikasi dan persediaan :
·         Menentukan dan mencatat biaya-biaya pabrikasi
·         Menjaga kebenaran saldo-saldo persediaan
 Pengujian Substantif Atas Saldo Persediaan 
Bagian ini berhubungan dengan pengujian substatntif atas presediaan barang dagang yang dibeli dan disimpan oleh pedagang grosir serta eceran dan juga persediaan bahan baku, barang dalam proses, serta barang jadi yang dimiliki pabrikan. Audit atas saldo persediaan memerlukan perencanaan yang cermat dan investasi waktu, biaya , dan upaya audit yang sangat substansila. Guna memastikan bahwa pemeriksaan ini efisien dan efektif dalam mendapatkan bukti kompeten yang mencukupi , harus dipertimbangkan secara cermat penentuan tingkat risiko deteksi yang dapat diterima dan perancangan pengujian substantif yang sesuai untuk asersi-asersi persediaan.
Menentukan Risiko Deteksi Untuk Pengujian Rincian
Sesuai dengan model audit yang telah diuraikan dan diterapkan, spesifikasi auditor mengenai tingkat risiko deteksi yang dapat diterima untuk pengujian rincian atas asersi-asersi persediaan akan mencerminkan suatu hubungan terbalik dengan penilaian risiko inheren, risiko pengendalian, dan risiko prosedur analitis yang relevan yang berkaitan dengan asersi-asersi.
Karena gabungan antara penilaian risiko inheren dan pengendalian seringkali paling tinggi untuk asersi keberadaan atau keterjadian dan penilaian atau alokasi atas saldo persediaan, maka tingkat risiko deteksi keseluruhannya yang dapat diterima mungkin harus diperkecil untuk asersi-asersi ini dibandingkan untu yang lainnya.
Jasa-Jasa Bernilai Tambah Dalam Siklus Produksi
            Manajemen persediaan merupakan proses inti yang harus dikelola dengan baik oleh setiap perusahaan pabrikasi, pedagang grosir, serta pengecer agar dapat mencapai tujuan profitabilitas dan arus kas.
            Lebih jauh lagi , prosedur analitis yang ditempuh auditor akan membahas efektivitas proses manajemen persediaan. Biasanya auditor akan mengevaluasi perputaran persediaan suatu usaha entitas. Jika peringkat klien mendekati tingkat paling bawah dalam industrinya, maka akuntan publik biasanya akan coba membahas masalah bagaiman klien dapat memperbaiki proses manajemen persediaannya.
Merencanakan Audit Atas Siklus Jasa Personalia
Siklus jasa personalia , suatu entitas menyangkut perstiwa dan aktivitas yang berhubungan dengan kompensasi eksekutif serta karyawan. Jenis-jenis kompensasi ini meliputi gaji, upah per jam dan insenstif ( borongan ), komisi, bonus, opsi saham, dan tunjangan karyawan ( misalnya asuransi kesehatan dan uang cuti ). Kelompok transaksi yang utama dalam siklus ini adalah transaksi penggajian.
            Siklus jasa personalia saling berkaitan dengan dua siklus lainnya. Pembayaran gaji dan upah serta pembayaran pajak gaji dan upah berhubungan dengan transaksi pengeluaran kas dalam siklus pengeluaran. 
Menggunakan Pemahaman Tentang Bisnis Dan Industri Untuk Mengembangkan Strategi Audit
Waktu dan upaya audit yang dicurahkan untuk siklus jasa personalia akan bervariasi dari satu industri ke industri lainnya. Audit jasa personalia merupakan hal yang sangat penting bagi keberhasilan audit atas sebuah sekolah, karena 80% hingga 90% dari anggaran tahunannya mungkin dihabiskan untuk jasa dan tunjangan personalia.
            Sebelum melanjutkan audit atas jasa personalia, adalah penting bagi auditor untuk memahami :
1.      Pentingnya jasa personalia bagi keseluruhan entitas ( misalnya, apakah entitas bersifat padat karya atau padat modal )
2.      Sifat kompensasi , karena kompesasi per jam memerlukan sistem pengendalian yang berbeda dengan kompensasi gaji
3.      Pentingnya berbagai paket kompensasi seperti bonus, opsi saham dan hak apresiasi saham, serta perjanjian pensiun.


Aktivitas Pengendalian dalam Audit Siklus Pendapatan

AKTIVITAS PENGENDALIAN TRANSAKSI PENJUALAN KREDIT
Dokumen dan catatan umum. Adapun yang termasuk dokumen-dokumen perusahaan terkait transaksi penjualan kredit :
1.            Pesanan Pelanggan : pembelian barang dagang oleh pelanggan yang langsung diterimapelanggan dan biasanya menggunakan formulir yang telah disiapkan penjual atau pun pembeli
2.            Pesanan Penjualan : dokumen yang menunjukkan mengenai deskripsi barang yang dijual maupun kuantitas barang yang dibeli berkaitan dengan pesanan pelanggan.
3.            Dokumen Pengiriman : dokumen yang bertujuan untuk menunjukkan rincian tanggalsetiap pengiriman barang sebagai contoh adalah bill of lading yang merupakan sebuahcontoh formulir sebagai tanda terima barang yang dikirimkan oleh kurir.
4.            Faktur penjualan : formulir yang menyatakan penjualan tertentu termasuk berapanominal terutang serta tanggal penjualan.
5.            Daftar harga yang diotorisasi : dokumen yang berisi daftar harga barang-barang yangditawarkan untuk dijual.
6.            File transaksi penjualan : dokumen yang berisi transaksi penjualan yang telahdiselesaikan.
7.            Jurnal penjualan : dokumen yang berisi daftar penjualan yang telah diselesaikan.
8.            File induk pelanggan : dokumen yang berisi informasi mengenai penagihan pelangganserta batas akhir kredit pelanggan.
9.            File induk piutang usaha : dokumen yang berisi informasi transaksi dari setiap pelanggan.
10.         Laporan bulanan pelanggan : dokumen yang dikirimkan kepada pelanggan yangmenunjukkan saldo awal, transaksi dan saldo akhir pelanggan bulan itu.
Fungsi-fungsi pendapatan:
Memprakarsai Penjualan : permintaan oleh sebuah perusahaan agar dapat melakukantransaksi penjualan dengan perusahaan lain yang meliputi :
1.    Penerimaan pesanan pelanggan.
2.    Persetujuan kredit.
Pengiriman barang dan jasa : pengiriman barang dan jasa meliputi :
1.    Pemenuhan pesanan penjualan.
2.    Pengiriman pesanan penjualan.
Pencatatan Penjualan : pengakuan formal atas pendapatan perusahaan meliputi :
1.    Penagihan pelanggan.
2.    Pencatatan penjualan
Untuk merencanakan audit maka auditor harus memperoleh pemahaman terhadap siklus pendapatan agar dapat 1) mengidentifikasi jenis salah saji yang potensial   2) mempetimbangkan factor-faktor yang mempengaruhi salah saji yang material dan 3) merancang pengujian subtansif.
AKTVITAS PENGENDALIAN TRANSAKSI PENERIMAAN KAS
Penerimaan kas merupakan hasil dari beberapa aktivitas.
Dokumen dan catatan umum, yaitu bukti penerimaan uang, pradaftar, lembar perhitungan kas, ikhtisar kas harian, slip deposit yang disahkan, file transaksi penerimaan kas dan jurnal penerimaan kas.
Fungsi-fungsi :
1) Menerima penerimaan kas (melalui kasir & pos),
2) menyetorkan kas ke bank dan
3) mencatat penerimaan kas.
AKTIVITAS PENGENDALIAN TRANSAKSI PENYESUAIAN PENJUALAN
Transaksi penyesuaian penjualan meliputi pemberian potongan tunai, pemberian retur penjualan & pengurangan harga serta penentuan piutang tak tertagih. Untuk pengendalian aktivitas pengendaliannya maka diperlukan otorisasi terhadap transaksi penyesuaian penjualan, penghitungan independen atas barang-barang, penggunaan dokumen dan catatan yang tepat serta pemisahan tugas otorisasi.
PENGUJIAN SUBSTANSIF ATAS PIUTANG USAHA
1.      Prosedur awal, yaitu Prosedur awal yang penting untuk memverifikasi piutang usaha dan akun penyisihan terkaitadalah menelusuri saldo awal periode berjalan ke saldo akhir yang telah diaudit dalam kertaskerja tahun sebelumnya. Selanjutnya, aktivitas periode berjalan dalam akun pengendali bukubesar dan akun penyisihan terkait harus direview untuk setiap ayat jurnal yang signifikan atau yang tidak biasa dari segi sifat atau jumlah yang memerlukan investigasi khusus.
2.      Prosedur analisis, yaitu melaksanakan prosedur analisis dengan mengembangkan harapan tentang piutang usaha, menghitung rasio piutang dan penjualan serta menganalisinya. Tujuan auditor dalam melakukan prosedur analitis adalah mengembangkan ekspetasi atas saldo piutang usaha, hubungan piutang usaha dengan penjualan, dan marjin kotor perusahaan. Prosedur analitis akan dilaksanakan dalam tahap akhir dari penugasan. Hal tersebut dilakukan untuk  memastikan bahwa bukti yang dievaluasi dalam pengujian rincian konsisten dengan gambaran menyeluruh yang dilaporkan pada laporan keuangan.
3.      Pengujian rincian transaksi, yaitu memvoaching sampel catatan transaksi penjualan dan piutang, dan melaksanakan pengujian pisah batas.
4.      Pengujian rincian saldo, yaitu mengkonfirmasikan piutang usaha.
5.      Pengujian rincian saldo: estimasi akuntansi (penyisihan piutang)
6.      Prosedur yang dibutuhkan  penyajian dan pengungkapan yaitu mengkonfirmasikan piutang dan membandingkan penyajian laporan dgn SAK.
Tujuan pengujian substantive terhadap piutang usaha:
1.            Memperoleh tentang keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi
2.            Membuktikan keberadaan piutang usaha dan keterjadian transaksi yang terkait
3.            Membuktikan kelengkapan transaksi yang dicatat

4.            Membuktikan kewajaran penilaian piutang usaha dan kewajaran penyajian  serta pengungkapan piutang usaha di neraca.

Chatbox